Tuesday, March 28, 2017

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT

Abstrak: Pendidikan dalam keluarga merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku seseorang. Pada umumnya pendidikan dalam keluarga dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai agama, etika yang meliputi budi perkerti, cara, tingkah laku yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan membahas peran pendidikan agama Islam dalam keluarga dan masyarakat. Metode penulisan ini adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif. Dapat disimpulan bahwa peran pendidikan agama Islam merupakan: (1) fondasi dalam keluarga untuk membentuk perilaku dan moral anak-anak dan mengetahui batasan baik dan buruk, (2) berfungsi untuk membentuk manusia yang percaya dan ketaqwaan kepada Allah SWT, (3) fondasi utama dan berperan dalam pendidikan moral bagi pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Kata kunci: pendidikan agama Islam, keluarga, masyarakat Abstract: Education in the family is an important aspect to build a person's behavior. Usually the education in a family is condacted with the religious values and ethics, which consists of behavior, manners and use attitude used in everydays life. The aim of this writing is to discuss the role of religious education in the family and society. This method used library research with the descriptive and explorative approach. The conclusions are that the role of the Islamic education: (1) as the foundation of religious education in a family which used to form the children’ good attitude and behavior, (2) functions as tools to convince people to the almighty of God, (3) as a foundation to build the society character for the Indonesian people to improve the nation.
Key words: Islamic education, family, society




PENDAHULUAN
 Latar belakang penulisan makalah ini adalah seringnya terjadi berbagai peristiwa kekerasan seperti tawuran antar pelajar yang penyebabnya dipicu hanya soal yang tidak terlalu penting tetapi mengakibatkan korban, baik yang luka maupun meninggal. Demikian pula masalah lainnya yang menyangkut peserta didik dan masyarakat umum seperti adanya geng motor yaitu sekumpulan anak-anak remaja yang mempunyai hobi bermotor yang melakukan tindakan kekerasan, penganiayaan, penjambretan hingga perampokan yang sangat meresahkan masyarakat. Kejadian-kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana peran pendidikan dalam membentuk pola pikir dan tingkah laku atau moral peserta didik maupun masyarakat umum dan bangsa.
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat. Sesuai dengan pendapat Hadirah (2008;5), bahwa Pendidikan sangat berperan penting dalam kehidupan manusia; tanpa pendidikan, manusia tak berdaya. Pada dasarnya pendidikan adalah usaha orang tua atau generasi tua untuk mempersiapkan anak atau generasi mudanya agar nantinya dapat hidup secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas-tugas dalam hidupnya secara baik. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, bahwa: "Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasknn kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, beraklak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
 Pendidikan berupaya mendidik manusia untuk mempunyai ilmu pengetahuan dan ketrampilan disertai dengan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT, sehingga dia akan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya itu untuk kebaikan masyarakat, lingkungan dan bangsanya. Menurut Zuhairini (1983:27) bahwa "pendidikan agama ialah usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis untuk membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran agama. Sementara menurut Zakiah (1990:46) pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut: “Pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat kelak”.
Dengan demikian pendidikan agama merupakan suatu usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya dapat mengamalkan ajaran agamanya. Jadi dalam pendidikan agama yang lebih dipentingkan adalah sebagai pembentukan kepribadian anak, yaitu menanamkan tabiat yang baik agar anak didik mempunyai sifat yang baik dan berkepribadian yang utama. Tujuan pendidikan agama adalah: (1) terbentuknya kepribadian yang utuh jasmani dan rohani (insan kamil) yang tercermin dalam pemikiran maupun tingkah laku terhadap sesama manusia, alam serta Tuhannya, (2) dapat menghasilkan manusia yang tidak hanya berguna bagi dirinya, tapi juga berguna bagi masyarakat dan lingkungan, serta dapat mengambil manfaat yang lebih maksimal terhadap alam semesta untuk kepentingan hidup di dunia dan akhirat, (3) merupakan sumber daya pendorong dan pembangkit bagi tingkah laku dan perbuatan yang baik, dan juga merupakan pengendali dalam mengarahkan tingkah laku dan perbuatan manusia. Oleh karena itu pembinaan moral harus didukung pengetahuan tentang ke-Islaman pada umumnya dan aqidah atau keimanan pada khususnya.
Pendidikan agama merupakan faktor yang sangat penting untuk menyelamatkan anak-anak, remaja ataupun orang dewasa dari pengaruh buruk budaya asing yang bertentangan dengan budaya Islam yang saat ini sudah banyak mempengaruhi bangsa Indonesia, terutama generasi muda.
Menurut pandangan Islam, pendidikan harus mengutamakan pendidikan keimanan. Sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan keimanan akan menghasilkan lulusan yang kurang baik akhlaknya. Akhlak yang rendah itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan bersama yang dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Lulusan sekolah yang kurang kuat imannya akan sangat sulit menghadapi kehidupan pada zaman yang semakin penuh tantangan di masa mendatang. Oleh karena itu, mengingat pentingnya pendidikan Islam terutama bagi generasi muda, semua elemen bangsa, terutama guru pendidikan Islam, perlu membumikan kembali pendidikan Islam di sekolah-sekolah baik formal maupun informal (Suharsimi; 2009:117). Permasalahannya adalah bagaimana peran keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan kecerdasan melalui pendidikan agama.
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana peran pendidikan agama dalam keluarga dan masyarakat, serta (2) manfaat pendidikan dalam lingkungan masyarakat. Metode penulisan menggunakan studi kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif eksploratif.






PEMBAHASAN
Pendidikan
Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui proses pembelajaran di lembaga pendidikan, dari tingkat anak usia dini sampai pada usia pendidikan tinggi. Menurut Zuchdi (2010:2-3) bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan atau karakter yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Secara akademis, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, budi pekerti, moral, watak, atau akhlak yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik memberikan keputusan baikburuk, memelihara apa yang baik itu dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Menurut Ratna Wilis (2006:98) bahwa Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan. Selanjutnya tujuan pendidikan berkaitan erat dengan tujuan hidup manusia, dan tujuan hidup ini pun berbeda-beda antara bangsa yang satu dengan yang lainnya.
Pendidikan Agama Islam
Menurut Arifin Muzayyin (2010;34): Tujuan Pendidikan Keagamaan adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan. Seiring dengan perkembangan waktu, maka Pendidikan Agama semakin menjadi perhatian dengan pengertian bahwa pendidikan agama semakin dibutuhkan oleh setiap manusia terutama mereka yang masih duduk di bangku sekolah.
Pendidikan Islam memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan yaitu: (1) Tilawah; membacakan ayat Allah, (2) Tazkiyah; mensucikan jiwa, (3) Ta’limul kitab wa sunnah; mengajarkan al kitab dan al hikmah. Pendidikan agama dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat yang baik. Pendidikan Islam mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal.
Pendidikan Islam terpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah dan amaliyah (aktivitas). Nilai Islam yang ditanamkan pada individu membutuhkan tahapan-tahapan selanjutnya dan dikembangkan pada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan pada merealisasikan potensi dalam berbagai kehidupan. Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja, maka kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan.
Tujuan Utama Pendidikan Islam
Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh. Interaksi di dalam diri manusia memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, selalu bersilaturahim dengan keluarga dan masyarakat. Semakin sering ia melakukan latihan, maka semakin banyak amalnya dan semakin mudah ia melakukan kebajikan. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup sehari-hari.
 Langkah- langkah Menanamkan Pendidikan Islam
Al-Qurthubi menyatakan bahwa ahli-ahli agama Islam membagi tiga tingkatan pengetahuan yaitu: (1) pengetahuan tinggi; ilmu ketuhanan, (2) pengetahuan menengah; mengenai dunia seperti kedokteran dan matematika, (3) pengetahuan rendah; pengetahuan praktis seperti bermacam-macam keterampilan kerja. Hal ini berarti bahwa pendidikan iman/agama harus diutamakan. Tiga hal penting yang harus secara serius dan konsisten diajarkan kepada anak didik yaitu: (1) Pendidikan akidah/keimanan; untuk menghasilkan generasi muda masa depan yang tangguh dalam imtaq (iman dan taqwa) dan terhindar dari aliran atau perbuatan yang menyesatkan kaum remaja seperti gerakan Islam radikal, penyalagunaan narkoba, tawuran dan pergaulan bebas (freesex) yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan, (2) Pendidikan ibadah; untuk diajarkan kepada anak-anak untuk membangun generasi muda yang punya komitmen dan terbiasa melaksanakan ibadah, seperti shalat, puasa, membaca Al-Quran. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan dalam memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak dan peserta didik, (3) Pendidikan akhlakul-karimah; untuk melahirkan generasi rabbani, atau generasi yang bertaqwa, cerdas dan berakhlak mulia. Oleh karena itu peran para orang tua dan pendidik baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah sangat dibutuhkan.
Penanaman pendidikan Islam bagi generasi muda bangsa tidak akan dapat berjalan secara optimal dan konsisten tanpa dibarengi keterlibatan serius dari semua pihak. Oleh karena itu, semua elemen bangsa (pemerintah, tokoh agama, masyarakat, pendidik, orang tua dan sebagainya) harus memiliki niat dan perhatian yang serius agar generasi masa depan bangsa Indonesia adalah generasi yang berintelektual tinggi dan berakhlak mulia.
Pendidikan Agama dalam Keluarga
Keluarga menduduki posisi terpenting di antara lembaga-lembaga sosial yang memiliki perhatian terhadap pendidikan anak. Biasanya dalam keluarga ditanamkan nilai-nilai agama untuk membentuk perilaku anak. Oleh karena itu, pendidikan agama dalam keluarga sangat diperlukan untuk mengetahui batasan-batasan baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama diharapkan akan mendorong setiap manusia untuk mengerjakan sesuatu dengan suara hatinya. Mengingat pentingnya pendidikan keluarga dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak dan bermoral, maka perlunya pemahaman tentang pendidikan yang tepat.
Peran Keluarga dalam Pendidikan
Menurut etimologi peran keluarga dalam pertumbuhan anak ibarat baju besi yang kuat yang melindungi manusia. Secara terminologis, keluarga berarti sekelompok orang yang pertama berinteraksi dengan bayi. Pada tahun-tahun pertama hidup bayi bersama keluarga. Bayi tumbuh dan berkembang mengikuti kebiasaan dan tingkah laku orang tua dan orang-orang sekitamya.
Psikolog dan ahli pendidikan meyakini bahwa keluarga merupakan faktor utama yang mampu memberikan pengaruh terhadap pembentukan dan pengaturan ahklak anak. Keluarga terus memiliki pengaruh di masa kanakkanak saat anak selesai sekolah, sampai anak itu lepas dari pengasuhan dan mengarungi bahtera rumah tangganya.
Peran Keluarga adalah: (1) merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang dan menjadi dewasa. Pendidikan di dalam keluarga sangat mempengaruhi tumbuh dan terbentuknya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia, (2) ibarat sekolah pertama dimasuki anak sebagai pusat untuk menumbuh kembangkan kebiasaan (tabiat), mencari pengetahuan dan pengalaman, (3) perantara untuk membangun kesempurnaan akal anak dan kedua orang tuanya yang bertanggung jawab untuk mengarahkan serta membangun dan mengembangkan kecerdasan berpikir anak. Semua sikap, perilaku dan perbuatan kedua orang tua selalu menjadi perhatian anak-anak.
Fungsi-fungsi utama keluarga yaitu: (1) Menjaga fitrah anak yang luhur dan suci, (2) Meluruskan fitrahnya dan membangkitkan serta mengembangkan bakat kemampuan positifnya, (3) Menciptakan lingkungan yang aman dan tenang dan mengasuhnya di lingkungan yang penuh kasih sayang, lemah lembut dan saling mencintai.
Dengan demikian anak tersebut memiliki kepribadian normal yang mampu melaksanakan kewajiban dan berguna di masyarakat, (4) memberikan informasi tentang pendidikan dan kebudayaan masyarakat, bahasa, adat istiadat dan norma-norma sosial agar anak dapat mempersiapkan kehidupan sosialnya dalam masyarakat. Untuk itu keluarga perlu: (1) memupuk bakat dan kemampuan anak dalam mencapai perkembangan yang baik, (2) menyediakan lingkungan yang efektif dan kesempatan untuk menumbuhkan kecerdasan emosional, tingkah laku, sosial kemasyarakatan dan kecerdasan intelegensi. (3) memberikan kenyamanan dan ketenangan, serta mampu memahami gerakan, isyarat, dan kebutuhan anak, (4) memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaanpertanyaan anak pada waktu yang tepat. (5) menumbuhkan kepekaan kesadaran bermasyarakat pada anak yang merupakan salah satu unsur kejiwaan, seperti nurani. Kepekaan kesadaran masyarakat itu terus tumbuh di dalam jiwa anak dalam kedisiplinan keluarga

Peran Masyarakat dalam Pendidikan.
Masyarakat adalah sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai pada yang berpendidikan tinggi. Kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan para anggotanya, makin baik pendidikan anggotanya, semakin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
Pada Sistem pendidikan nasional tercantum bahwa dalam rangka membangun masyarakat lndonesia seutuhnya, pada hakikatnya menjadi tanggung jawab seluruh bangsa lndonesia dan dilaksanakan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah. Hal ini juga ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun pemerintah. Masyarakat ikut bertanggung jawab atas berbagai permasalahan pendidikan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi, sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 8 bahwa; masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan. Tujuan dari pasal ini adalah agar dapat menjamin pemerataan kesempatan dan kualitas pendidikan. Dengan demikian masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan dan ikut melaksanakan pendidikan non pemerintah (swasta).
 Peran Pendidikan Agama di Lingkungan Masyarakat
Menurut H. Jalaluddin: beberapa fungsi agama dalam masyarakat, antara lain: (1) fungsi Edukatif (Pendidikan); ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing.(2) fungsi Penyelamat; dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat. (3). fungsi Perdamaian; melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Allah, (4) fungsi Kontrol Sosial; ajaran agama membentuk penganutnya semakin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak dapat berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada, (5) fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas; bila fungsi ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan masyarakat) yang memukau, (6) fungsi Pembaharuan; ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, (7) fungsi Kreatif; menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, (8) fungsi Sublimatif (bersifat perubahan emosi); ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia dapat dilakukan selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama dan atas niat yang tulus. Dengan demikian Pendidikan agama dalam lingkungan masyarakat sangat berperan penting bagi kehidupan bermasyarakat dan dalam meningkatkan moral bangsa dan Negara.



PENUTUP
Kesimpulan
1.      Pendidikan agama Islam berfungsi dalam keluarga dan masyarakat untuk membentuk manusia yang percaya dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar terciptanya kehidupan yang baik dalam keluarga dan masyarakat.
2.      Pendidikan agama Islam merupakan fondasi yang utama sebagai sistem pendidikan moral dan ahklak, dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya.
3.      Pendidikan agama dalam lingkungan masyarakat sangat berperan penting bagi kehidupan bermasyarakat dan untuk meningkatkan moral bangsa dan Negara.












SARAN-SARAN

1. Agar pendidikan agama dapat dilaksanakan secara terarah dan terencana baik dalam keluarga dan masyarakat.
2. Perlu perhatian dan peran Pemerintan untuk membantu agar pendidikan agama dapat dilakukan secara serius di sekolah sehingga peserta didik memiliki ahlak mulia serta dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu berperan mengembangkan Negara dan bangsa.















DAFTAR PUSTAKA

Arifin Muzayyin. Filsafat Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 2010.
Barnawi dan Mohammad Arifin, Etika dan Profesi Pendidikan, ArRuzz Media, Yogyakarta, 2012
H. Jalaluddin, Psikologi Agama diunduh 30 Sept 2013 jam 15.30.
Hamdani, Ihsan, dan Fuad Ahmad, Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka, Bandung,2007
Hadirah Ira, Dasar-dasar Kependidikan, UIN Alauddin.Makassar,2008
Ihsan Fuad. Ilmu Pendidikan, Cet. III, Rineka Cipta, Semarang, 2003
Ratna Wilis Dahar, Teori Belajar dan Pembelajaran, Erlangga, Jakarta, 2006
Ratna Wilis Dahar, Dasar-Dasar Pendidikan Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 2009
Sukardi, Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta,2008
Tadjab, Perbandingan Pendidikan, Abditama, Surabaya, 1994.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 Islam. diunduh pada Januari 2013 jam 20.00
 Zainal Arifin & Adhi Setiawan, Pengembangan Pembelajaran Aktif, Skripta,Yogyakarta,2012.

H.Moh.Solikodin Djaelani STIAKIN E-mail: solikodin@gmail.com didonload pada tanggal 12-10-2016 jam 19.00WIB.




Thursday, March 23, 2017

PIK R "HABIEBIE AINUN" MTs. AL-IRFAN

PIK R (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA
"HABIEBIE AINUN" MTs. AL-IRFAN

Pusat Informasi dan Konseling Remaja adalah sebuah wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola, oleh dan untuk Remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, delapan fungsi keluarga, TRIAD KRR (Seksualitas, HIV, AIDS serta NAPZA), keterampilan hidup (life skill), gender dan keterampilan advokasi dan KIE.
Dari pengertia tersebut dapat kita tarik benang merahnya bahwa subyek dan obyek dar PIK R adalah kalangan REMAJA. Berbicara tentang remaja tentu Madrasah merupakan lembaga yang sangat strategis untuk mengembangkan PIK R di lingkungan madrasah, karena siswa/i yang berusia remaja setiap harinya selalu berinteraksi di lingkungan madrasah.
MTs. Al-Irfan berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong agar PIK R dapat berkembang aktif dan benar-benar menjadi wadah informasi dan konseling bagi remaja terutama siswa/i MTs. Al-Irfan. 
Alhamdulillah pada tahun 2016 PIK R "Habiebie Ainun" berdiri dan mendapat dukungan positif di lingkungan Osis MTs. Al-Irfan. Para siswa/i menyambutnya dengan sangat antusias, hal ini terbukti dengan diadakannya berbagai kegiatan-kegiatan oleh PIK R HABIEBIE AINUN yang melibatkan siswa/i MTs. Al-Irfan.
Penggunaan nama PIK R "Habienie Ainun" di MTs. Al-Irfan karena kedua tokoh bangsa tersebut kami pandang sebagai tokoh teladan bagi kehidupan remaja dan keluarga. Kami sangat bangga dengan Bpk. Habiebie dan Ibu Ainun (Alm). Semoga beliau selalu menjadi teladan untuk anak bangsa. Amiin.

KONSULTASI KESEHATAN BERSAMA UPTD PUSKESMAS KARANGNUNGGAL 
DAN MAHAISWA UNPAD


PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA OLEH 
KASAT RESKRIM POLSEK KARANGNUNGGAL 









AL-IRFAN DRUMBAND GROUP

AL-IRFAN DRUMBAND GROUP

Eskul yang baru lahir tahun 2017 di MTs. Al-Irfan mungkin tidak aneh di mata teman-teman yang ada diperkotaan. Namun bagi kami yang tinggal di pedesaan Drumband masih termasuk eskul yang langka. Bagaimana tidak, untuk mencari pelatih drumband kami harus mencari sampai ke daerah lain.
Animo siswa/i MTs. Al-Irfan sangat besar, hal ini terbukti ketika eskul Drumband baru dilaunching langsung mendapat respon positif dari anak-anak. Sebanyak 34 siswa kini tergabung dalam AL-IRFAN DRUMBAND GROUP, sebuah perkumpulan group eskul drumband di MTs. Al-Irfan.
Dengan rutinitas konsistensi dan penuh tanggung jawab serta kerjasama antar siswa dan pembina, akhirnya kini Al-Irfan Drumband Group telah memproklamirkan untuk siap berani tampil di muka umum. Semua personilpun kini sedang berinisiatif untuk membuat baju seragam yang mencerminkan kesungguhan dan kedisiplinannya.
Terimakasih pada Anak-anakku AL-IRFAN DRUMBAND GROUP dan juga pembinanya ( Ai Irma Akmaliah & Egis).
Bravo..,


KITA BISA

KITA BISA

Tahun 2017 ini merupakan tahun prestasi bagi MTs. Al-Irfan. Bagaimana tidak, baru 3 bulan berjalan di tahun ini sudah 9 trophy diraih oleh siswa/i MTs. Al-Irfan pada tiap momen. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan dan mendapat apresiasi dari semua pihak.
Hal ini tentu tidak lepas dari usaha para rekan-rekan guru dan orangtua yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan putra/i mereka mampu bersaing dengan siswa/i dari sekolah/ madrasah lain yang berada di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya. Adanya keinginan untuk mewujudkan dan meraih prestasi gemilang, memunculkan nama Al-Irfan dipermukaan public menjadi misi strategis yang dicanangkan sang leader MTs. Al-Irfan. Semoga prestasi ini semakin bertambah semakin lebih baik. good job,.

RINCIAN PRESTASI
1. Juara I lomba pidato B. Inggris Tingkat Kab. Tasikmalaya pada Aksioma 2017 : Nurul Akmal
2. Juara I lomba tenis meja Putra Tingkat KKM MTs.N 3 Tasikmalaya pada Aksioma 2017 : Acep Maulana
3. Juara I lomba pidato B. Inggris putra Tingkat KKM MTs.N. 3 Tasikmalaya pada Aksioma 2017.
4. Jura I lomba MTQ Putri Tingkat KKM MTs.N. 3 Tasikmalaya pada Aksioma 2017 : Ita Padilah
5. Juara III Tahfiz tingkat KKM MTs.N. 3 Tasikmalaya pada Aksioma 2017 : Rendi
6. Juara III Tenis meja ganda putri tingkat KKM MTs.N 3 Tasikmalaya pada Aksioma 2017 : Alicia dan Riska
7. Juara III pidato B. Inggris Putri tingkat KKM MTs.N. 3 Tasikmalaya pada Aksioma 2017 : Dede Nida Solihah.
8. Juara II Outbond Penggalang Pramuka tk. Tasikmalaya selatan pada ASC
9. Juara II Smaphore penggalang pramuka tk. Tasikmalaya selatan pada ASC.

Terimakasih anak-anakku, semoga prestasi yang kamu ukir dapat menjadi motivasi bagi dirimu dan juga rekan-rekan siswa/i MTs. Al-Irfan lainnya.






Wednesday, June 1, 2016

LAPORAN PENDIDIKAN MTs. AL-IRFAN 2015/ 2016

Bismillahirrohmanirrohiim

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Yang terhormat Ketua Yayasan Nurul Irfan Cilangkap
Yang terhormat aparatur pemerintahan, dari tingkat RT sampai Desa
Yang terhormat para Tamu undangan Tokoh-tokoh Pendidikan
Yang terhormat orang tua siswa/I MTs. Al-Irfan kelas IX
Dan juga yang saya hormati rekan-rekan guru
Serta siswa/I kelas IX yang saya cintai

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kepada kita berbagai macam nikmat, terutama nikmat iman, islam dan nikmat sehat walafiat, sehingga pada pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama, bersilaturohim dan bermushofahah di MTs. Al-Irfan yang kita cintai ini dalam rangka wisuda dan pelepasan siswa/I kelas IX.
Sholawat serta salam juga semoga tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah membimbing kita menuju jalan kebenaran.

Para hadirin yang saya hormati,
Acara perpisahan atau pelepasan siswa/I kelas IX pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini perpisahan kelas IX tidak dibarengi dengan acara kenaikkan kelas VII dan kelas VIII. Karena kelas VII dan Kelas VII baru akan melaksanakan Ujian Kenaikkan Kelasnya pada hari senin mendatang. Di samping itu, waktu yang tersedia untuk acara perpisahan/ pelepasan sangat terbatas, karena sebentar lagi kita akan menghadapi bulan ramadhan. Terlepas dari itu semua, mudah-mudahan acara wisuda dan pelepasan siswa/I kelas IX pada tahun ini lebih bermakna dan lebih memiliki nilai edukasi yang tinggi, dan pada kesempatan yang sama ini pula, tentunya sebuah kewajiban bagi saya sebagai pimpinan di lembaga ini untuk memberikan laporan pendidikan di akhir tahun pelajaran 2015/ 2016.
Namun sebelum saya memberikan laporan pendidikan tentang keadaan MTs. Al-Irfan pada tahun ini, saya berkeinginan sekali mengajak para hadirin untuk sedikit mengingat kembali tentang bagaimana proses MTs. Al-Irfan ini berdiri. Tujuannya bukan untuk mencari-cari siapa yang paling berjasa di lembaga ini, namun hanya untuk mengingat asal-usul atau dalam bahasa sundanya Purwadaksi dari MTs. Al-Irfan.
Dan saya sangat yakin di antara para hadirin yang ada di ruangan ini adalah termasuk pendiri-pendiri MTs. Al-irfan.
Kita ingat, pada tahun 2007, kita pernah berkumpul bersama, bertekad bersama dan menyatukan niat yang sama untuk membuat suatu lembaga pendidikan setingkat SLTP. Lembaga pendidikan yang mampu mendongkrak angka putus sekolah, lembaga pendidikan yang mampu menjadi fasilitas anak-anak di lingkungan desa cibatu pada khususnya untuk menimba ilmu. Itu semua niat kita bersama, komitmen kita bersama pada tahun 2007 lalu. Hingga akhirnya kita bersama-sama sepakat mendirikan MTs. Al-Irfan.
Dari sini kita dapat ketahui BAHWA TIDAK AKAN MUNGKIN MTs. AL-IRFAN DAPAT BERDIRI HINGGA SAAT INI, DAN MTs. AL-IRFAN DAPAT MAJU SEPERTI SEKARANG INI HANYA DILAKUKAN OLEH SATU ORANG SAJA. SEKALI LAGI TIDAK AKAN MUNGKIN ITU TERJADI.
Saya rasa sangat naïf sekali jika ada seseorang yang merasa paling berjasa di MTs. Al-Irfan ini,-  Semua ini adalah jasa kita bersama,- apapun bentuknya.
Tentang sejarah berdirinya MTs. Al-Irfan mulai dari awal berdiri, sudah saya tulis dalam artikel saya yang pernah saya posting di blog MTs. Al-Irfan pada tahun 2013. Siapapun, dan di belahan dunia manapun orang ingin mengetahui tentang sejarah MTs. Al-Irfan, dia tinggal mencarinya di internet. Bahkan artikel ini pernah menjadi best practice, sebagai juara harapan 1 dalam lomba penulisan artikel yang diselenggarakan oleh Australian Indonesian Development (Ausaid) dan diikuti oleh lebih dari 232 MTs. Se jawa barat.
Jadi, jika ada yang mengatakan saya lupa pada Purwadaksi MTs. Al-Irfan,- Silahkan saja baca tulisan saya 3 tahun silam itu.
Kita tidak pernah melupakan semua jasa-jasa para founding father (pendiri) MTs. Al-Irfan ini,- namun bukan berarti dengan mengingat jasa-jasa mereka lalu kita menjadi lemah untuk mengatakan yang benar dan menolak yang tidak sesuai dengan aturan. Kita harus istiqomah, tegas pada kebenaran dan tetap menjalankan segala aturan yang berlaku. Ini semua kita lakukan demi majunya MTs. Al-Irfan.
Hadirin yang saya hormati, baiklah, saya akan mendeskripsikan/ menggambarkan keadaan MTs. Al-Irfan pada akhir tahun pelajaran ini.
Keadaan jumlah siswa/I MTs. Al-Irfan hingga hari ini berjumlah 180 orang,- dengan rincian :

Kelas
L
P
Jml
VII



VIII



IX





Sedangkan keadaan Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan :

Guru
LK
PR
JML
SERTIFIKASI
S2
S1
SLTA
10
5
15
3
1
11
3
T. KEPENDIDIKAN
2
-
2
-
-
1
1

Kegiatan-kegiatan selama tahun pelajaran 2015/ 2016
1.     Penyuluhan Bahaya Narkoba dan cara hidup sehat yang dihadiri oleh kapolsek Karangnunggal dan Kepala UPTD Puskesmas Karangnunggal.
2.     Seminar Internet sehat yang melibatkan mahasiswa UNSIL
3.     LT 2 Pramuka di bumi perkemahan situgede
4.     Gebyar Insan Cendikia yang melibatkan anak-anak Paud, MDA, dan ibu-ibu DKM

Fasilitas pembangunan selama 2015/ 2016
1.     RKB 2 Lokal
2.     Pembelian lahan tanah, pembangunan lapang olahraga (tahap persiapan)
3.     Pembelian infocus dan peralatan penunjang kegiatan pembelajaran lainnya.

Hadirin yang saya hormati,
Terutama kepada Ibu dan bapak, orang tua siswa/I kelas IX, yang 3 tahun lalu telah menitipkan putra dan putrinya di MTs. Al-Irfan, saya ucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan juga rekan-rekan guru.
Kepercayaan untuk mendidik dan mengajarkan putra/I ibu/ bapak akan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan, norma dan nilai-nilai kehidupan yang baik.
Kepercayaan yang sebenarnya ini sangatlah berat untuk kami emban.
Dan Kepercayaan yang harus kami pertanggung jawabkan, bukan hanya kepada kedua orang tuanya, namun juga kepada Allah SWT.
Dan Kepercayaan yang ibu/ bpk berikan pada kami 3 tahun lalu itu, tepat pada hari ini kami kembalikan kepada ibu/ bpk.
Seperti inilah buktinya, dan seperti inilah keadaan putra/I ibu bapak.
Saya dan juga guru-guru di sekolah, sudah semaksimal mungkin untuk memberikan didikan, pengetahuan dan contoh-contoh tentang hal-hal yang baik kepada putra/I ibu/bapak.
Mudah-mudahan segala apapun yang baik yang didapatkan oleh putra/I ibu bapak selama di MTs. Al-Irfan ini menjadi bekal dalam menjalani kehidupan mereka nanti.
Akan tetapi, saya dan para guru-guru di sini, memohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama 3 tahun putra/I ibu/ bapak berada dalam didikkan kami masih terdapat berbagai kekurangan-kekurangan. Tentu kami sadar akan hal itu, itu semua adalah kelemahan kami sebagai manusia,-

Kepada para siswa/I kelas IX yang sebentar lagi akan meninggalkan MTs. Al-Irfan saya berpesan untuk selalu menjaga nama baik MTs. Al-Irfan.
Kalian semua nanti bukan lagi menjadi tanggung jawab saya dan guru-guru di sini, tempuhlah pendidikan yang lebih tinggi lagi, perjalanan pendidikan kamu masih panjang. Manfaatkanlah waktu yang sebaik-baiknya untuk belajar. Dan berbaktilah selalu kepada orang tua.


Kepada tokoh-tokoh masyarakat, baik yang memangku jabatan di pemerintahan ataupun tokoh keagamaan.
Saya tidak akan bosan-bosannya untuk mengatakan bahwa MTs. Al-Irfan ini adalah milik ummat Islam, milik kita bersama. Bukan milik pribadi seseorang, bukan milik saya pribadi atau siapapun juga.
Sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolahpun saya sering mengatakan seperti ini.
Maka dari itu, marilah kita bersama-sama memajukan lembaga pendidikan ini, sesuai dengan profesi dan kapasitas kita.
Saya sangat menyadari bahwa kedudukan saya sekarang ini sebagai top leader (sebagai pimpinan) di MTs. Ini. Begitu berat amanah yang diberikan pada saya. Namun saya juga menyadari bahwa tidak ada di dunia ini satu jabatan pun yang harus saya pertahankan mati-matian. Jika pada masanya harus terjadi suksesi, maka saya sangat siap sekali.
Namun selama saya menjadi pimpinan di lembaga ini saya ingin sekali menanamkan manajemen lembaga pendidikan yang baik sesuai dengan proporsinya.
Saya akan selalu berusaha memisahkan antara asset sekolah dan asset pribadi saya. Karena yang paling sulit bagi seorang pimpinan adalah memisahkan antara asset lembaga yang dipimpinya dengan asset pribadi miliknya.
Para hadirin yang saya hormati
Demikianlah apa yang saya dapat sampaikan pada kesempatan ini, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangannya.
Wassalamualaikum wr. Wb.











EDUCATIONAL REPORT OF MTs. AL-IRFAN
2015/ 2016
Written by : Marzuki, S.Ag.,M.S.I.













28 March 2016



 





Saturday, January 23, 2016

JUKNIS BOS 2016 UNTUK MADRASAH

Bagi teman-teman madrasah yang belum mengetahui petunjuk teknis BOS terbaru silahkan download DISINI

Tuesday, December 8, 2015

MILIK KITA BERSAMA

"Menuju insan cendikia, sehat dan islami", demikian tema yang diangkat saat memperingati 1 Muharam di MTs. Al-Irfan. Pasalnya kegiatan 1 Muharam kali ini dibarengi dengan penyuluhan kesehatan dan penyuluhan bahaya narkoba. Berbagai instansi terkaitpun turut diundang dalam memberikan berbagai materi dan penyuluhan sesuai dengan bidang masing-masing. 
Dr. Dewi sebagai ketua UPTD Puskesmas Kecamatan Karangnunggal dan mahasiswa/i Unpad memberikan penyuluhan seputar tips hidup sehat. Momen ini mendapat aplaus respon positif dari siswa/i MTs. Al-Irfan yang hadir ketika itu. Bpk. Roni Hartono dengan kapasitasnya sebagai Kanitreskrim Kecamatan Karangnunggal memberikan penyuluhan yang juga tidak kalah pentingnya. Bahaya narkoba dan kenakalan remaja menjadi sorotan topik yang dibahas dalam momen tersebut. Pengawas dari kementerian agama Kab. Tasikmalaya juga memberikan motivasi dan semangat dalam menuntut ilmu kepada siswa/i MTs. Al-Irfan. Dipenghujung tausiah siraman rohani ikut mengakhiri acara kegiatan yang diadakan oleh osis MTs. Al-Irfan dipenghujung tahun 2015 ini. Good Job.-






SOAL ASAS BAHASA ARAB

 SOAL ASAS BAHASA ARAB   PENIALAIAN AKHIR SEMESTER ( PAS ) MADRASAH TSANAWIYAH ( MTs ) TAHUN PELAJARAN 2022/2023   أ- اِ...