Wednesday, March 11, 2015

BIOGRAFI IBNU KHOLDUN


IBNU KHOLDUN
A. Autobografi
       Salah satu tokoh pemikiran pendidikan islam adalah Ibnu  Khaldun , yang memang sejak kecil haus  akan ilmu pengetahuan , selalu tida puas dengn ilmu yang telah di  peroleh nya,sehingga memungkinkan beliau mempunyai banyak guru yang telah mengajarinya .Tida heran jika beliau termasuk orang yang pandai dalm ilmu islam , tidak saja dalam bidang agama, tetapi juga bidang” ilmu umum , seperti sejarah , ekonomi , sosiologi antropologi dan lain-lain.
       Ibnu Khaldun,seorang cendikiawan muslim yang sangat popular ini mempunyai nama lengkap Abdu Ar-Rahman
Bin Al-Hasan bin Khaldun,di lahirkan di Tunisia pada tahun 732 H/1332 M dan wafat di Mesir pada tahun 808 H (1406).Nama lengkapnya Abu Zaid Abdurahman Ibnu Muhammad Ibnu khaldun Waliyudin al Tunisi  al Hadramy al Asbili al Maliki.Dia berasal dari keluarga Andalusia yang berdomisili di Silvia . Nenek moyangnya berasal dari kabilah bani Wa-il yang berasal dari negri Hadramaut Yaman, yang diduga berhijrah ke Andalusia pada abad ke-3 H. Pada abad ke-7 H keluarga Ibnu Khaldun dari Silvia ke Tunis.Ibnu Khaldun di besarkan di Tunis .Sejak kecil beliau telah mendapat didikan langsung dari orang tuanya untuk mempelajari dasar-dasar pemahaman Al-qur’an .Tidak sedikit guru-guru yang telah beliau timba ilmunya,antara lain :Syaikh Abu Abdilah bin Araby Al-Hashoyiry ,Abu Abdilah Muhammad bin Asy-Syawas Az-Zarzaly ,Abu Al-Abbas Ahmad bin Al-Qashar dan Abu Abdillah Muhammad bin Bahr. Mereka semua merupakan guru-guru yang mengajarkan bahasa arab . Hal ini tidak mengherankan jika Ibnu Khaldun termasuk pemikire yang interaktif dan mudah di terima hasil-hasil pemikirannya klarena kepiawaian beliau dalam  menggunakan bahasa .
B.Teori dan prinsipn pemikiran Ibnu Khaldun
     Salah satu pemikiran beliau tentang pendidikan Islam terlihat pada peletakan dasar-dasar proses belajar mengajar sebagay sesuatu yang sangat mendasar dalam mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.Prinsip-prinsip tersebut secara garis besarnya meliputi beberapa hal sebagai berikut:
a. Adanya penahanan dan pengulangan secara berproses
b. Seorang guru dalam melaksanakan tugas kependidikannya harus mengerti psikologi murid-muridnya
c. Dalam menyajikan materi pelajaran,hendaknya guru memfokuskan pada satu masalah,jangan mencampuraduk
d. Dalam menyajikan materi pelajaran,hendaknya seorang guru jangan terlalu lama mengulur waktu sehingga mengganggu jadwal belajar seharusnya.ini akan menimbulkan sifat pelupa pada anak,sehingga memutuskan berbagai ilmu yang di pelajari.
e. Utamakan pemahaman pelajaran,jangan hanya hafalan.
f. Seorang guru hendaknya bersikap kasih sayang terhadap anak didiknya.
C. Menganalisis Pemikiran Ibnu Khaldun
a. Adanya penahanan dan pengulangan secara berfroses yang harus disesuaikan dengan kemampuan siswa SD dan materi yang diajarkan secara bersamaan.
Dimana seorang guru dituntut hendaknya memberikan pemahaman secara bertahap mengenai masalah yang terdapatdalam setiap pelajaran,setelah itu memberikan penjelasan yang disesuaikan dengan keterangan pada materi yang diajarkan dan juga hendaknya seorang guru didalam menjelaskan materi jangan yang bersifat umum dan global,serta tidak meninggalkan hal-hal yang sulit dipahami serta tidak menutup-nutup,kecuali menjelaskan hal-hal  yang masih belum dipahami.
b. Seorang guru dalam melaksanakan tugas kependidikannya harus mengerti psikologi murid-muridnya khususnya siswa di tingkat SD.Oleh karena itu seorang guru hendaknya selalu mempersiapkan cara yang dipergunakan dan dikembangkan dalam proses memberikan pemahaman dan penerimaan ilmu secara bertahap,terutama ketika guru memberikan materi baru atau pengetahuan baru,yang tentunya akan memberikan beban tambahan dalam proses penerimaan pengetahuan dan materi lainnya.
c. Dalam menyajikan materi pelajaran,hendaknya guru memfokuskan pada satu masalah,jangan dicampur aduk.Dalam proses Belajar mengajar siswa,merupakan objek,jadi seorang guru tidak dianjurkan berpindah pada materi yang baru sebelum ia yakin bahwa telah paham terhadap materi pelajaran sebelumnya.Hal tersebut ditandai dengan bertambahnya tingkat kemampuan yang dimiliki oleh seorang siswa dan daya kesiapan yang dimilikinya.Dua hal inilah yang membentuk pemahaman yang dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan dan watak baru yang dapat mendukung prestasi siswa.
d. Dalam menyajikan materi pelajaran,hendaknya seorang guru jangan terlalu lama mengulur waktu sehingga mengganggu jadwal belajar seharusnya.Ini akan menimbulkan sifat pelupa pada anak,sehingga memutuskan berbagai ilmu yang di pelajarinya,hendaknya di dalam froses belajar mengajar seorang guru agar memperhatikan proses pendidikan potensi yang dimiliki seorang siswa.Adapun potensi pada diri seorang siswa akan terbentuk melalui proses perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus dan dengan melakukan pengulangan.
e. Utamakan pemahaman pelajaran,jangan hanya hafalan.Diharapkan supaya guru menghindari menyusun materi materi ringkasan dan jangan membebani murid dengan hafalan yang ringkas serta menarik kesimpulannya,karena hafalan yang ringkas umumnya sulit,dan lebih sulit lagi memahami dan menarik kesimpulan yang benar.ternyata berakibat rusaknya proses pengajaran dan terganggunya terhadap usaha di dalam memahami isi materi dan pelajaran.
f. Seorang guru hendaknya bersikap kasih sayang terhadap anak didiknya dimana guru hendaknya cinta kasih kepada anak-anak didiknya,membina mereka dengan penuh keakraban,lemah lembut,jangan keras dan kasar.karena tindakan keras dalam pendidikan merugikan anak didik dan merusak mental mereka. hukuman yang keras didalam pengajaran,berbahaya bagi anak didik,khususnya bagi anak-anak di tingkat SD karena itu termasuk tindakan yang dapat menimbulkan kebiasaan buruk.sikap keras dalam pengajaran terhadap anak didik,dapat mengakibatkan kekerasan itu sendiri akan menguasai jiwa dan mencegah perkembangan pribadi anak didik tersebut.kekerasan membuka jalan ke arah kemalasan dan penipuan dan kelicikan.namun seorang guru jangan terlalu lemah lembut bila seumpama anak didiknya bersipat acuh terhadap pelajaran,maka  sebisa mungkin perbaiki anak didiknya dengan kasih sayang dan lemah lembut.namun jika anak didiknya tida mengindahkan dengan cara itu maka seorang guru harus bersikap keras.Dengan demikian sikap keras adalah tindakan yang terakhir setelah sikap lemah lembut tidak dapat menyelesaikan masalah.

D.Mengkritisi Pemikiran Tokoh Pendidikan
         Pokok pokok pikiran yang telah di kemukakan oleh ibnu khaldun sungguh sangat berilian,dimana pada saat tokoh tokoh lain belum sampai pada kajian ini,beliau dengan sangat yakin menjelaskan pemikirannya.
         Namun pada pokok pikiran pertama ibnu khaldun,hendaK menjadikan siswa tersebut benar benar menguasai materi tertentu sebelum materi lain diberikan.hal ini,barangkali memegang prinsip” sedikit tetapi mengerti”. Pada kondisi sekarang pengulangan yang terlalu lama pada satu tema tertentu dapat memakan waktu dan tentunya juga biaya penyelenggaraan pendidikan menjadi besar.selain itu juga proses belajar mengajar seperti ini lebih berpusat pada teacher center,bukan pada siswa aktif.jadi,peran guru memang sangat di tuntut untuk memberikan pembelajaran paripurna,peran guru tidak hanya terbatas sebagai madiator namaun juga sebagai exsecutor yang menentukan berhasil tidaknya belajar anak didik tersebut. 
       Selai itu juga ada pendapat yang di kemukakan Ibnu khaldun yang tidak relevan dengan dunia pendidikan modern,seperti tidak memperbolehkan memberi selang waktu ketika pelajaran sedang diajarkan,hal ini menurutnya dapat mengakibatkan pelajaran terpisah-pisah sehingga pelajaran cepat lupa.sementara para ahli didik modern memberikan tenggang waktu untuk istirahat dalam pemberian pelajaran,terutama diantara dua mata pelajaran yang berbeda untuk menghilangkan rasa kejenuhan dan untuk memantapkan mata pelajaran yang baru diberikan kadalam jiwa siswa,disamping itu pula pelajaran harus bervariasi supaya pelajaran lebih rekreatif.

E.Kesimpulan
          Prinsip prinsip metode pengajaran yang di kemukakan oleh ibnu khaldun masih banyak yang relevan dengan kondisi pendidikan yang sekarang khususnya untuk Pendidikan Dasar.Dimana Ibnu Khaldun menekankan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus secara bertahap dan pengulangan materi.Dalam hal ini diharapkan ilmu pengetahuan yang di ajarkan mengarah dalam bentuk pengajaran tuntas.Karena Ibnu Khaldun mengutamakan pemahaman terhadap suatu bidang ilmu yang di pelajari,sebelum betul betul memahaminya belum boleh pindah ke bidang ilmu yang lain.
          Kemudian,Ibnu Khaldun juga menekankan sikap yang lemah lembut dan kasih sayang terhadap anak didiknya,dan melarang sikap keras dan kasar terhadap anak didiknya terutama untuk Pendidikan Dasar.Tindakan kasar dan kekerasan adalah alternatif terakhir jika sikap kasih sayang tidak memecahkan masalah.
          Selain itu juga ada pula prinsip Ibnu Khaldun yang tidak relevan dengan pendapat para ahli pendidikan sekarang,seperti pengulangan yang terlalu lama pada suatu tema tertentu dapat memakan waktu dan tentunya juga biaya penyelenggaraan pendidikan menjadi lebih besar,selain itu juga proses pembelajarannya berpusat pada guru,bukan pada siswa aktif,Ibnu Khaldun tidak memperbolehkan memberi selang waktu ketika proses pembelajaran berlangsung karena dapat mengakibatkan sifat lupa.
    
Ditulis Oleh Santriyah Pst. Al-Irfan

No comments:

SOAL ASAS BAHASA ARAB

 SOAL ASAS BAHASA ARAB   PENIALAIAN AKHIR SEMESTER ( PAS ) MADRASAH TSANAWIYAH ( MTs ) TAHUN PELAJARAN 2022/2023   أ- اِ...