ABDUS SALAM
|
A
|
bdus
Salam (1926-1996) merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mendapatkan Hadiah
Nobel (bidang fisika/1979). Meraih gelar doktor di usia sangat muda ,26 tahun,dari Cambridge University,Inggris
,Salam aktif melakukan penelitian di bidang fisika. Dari penelitian nya,ia
berhasil merumuskan teori neutrino pada umur 31 tahun.
Sebelum ini
terungkap, ada empat macam gaya fundamental di jagat raya yang jarak kerja
serta kekuatannya berbeda satu sama lainnya, yakni: gaya gravitasional (gaya
terlemah dan berjarak paling jauh ), gaya elektromagnetik (lebih kuat dari
gravitasional), gaya nuklir jenis kuat atau gaya inti yang mengikat proton dan
neutron dalam inti atom, dan gaya nuklir jenis lemah. Gaya nuklir jenis lemah
dan kuat menjamin keselarasan gerak zarah-zarah (partikel) penyusun inti atom
dan kemantapan zarah itu sendiri.
Hasil penelitian Abdus Salam memberi indikasi kuat
bahwa, pada dasarnya tidak ada perbedaan yang terlalu prinsipil antara gaya
nuklir dan kelistrikan. Bentuk energi nuklir jenis lemah sebenarnya identik
dengan bentuk energi elektromagnetik. Kebenaran hasil penelitian salam ini
didukung oleh hasil eksperimen laboratorium Riset Eropa di Genewa pada 1973
tentang adanya interaksi ‘arus netral‘
yang merupakan bagian pokok dari prediksi teori penemuan Abdus Salam,yaitu
‘teori medan terpadu ‘. Pada 1978, eksperimen di pusat akselerator linier,
Stanford, amerika , memperukuat hasil penemuan salam.
Ditulis oleh Santriah Pondok Pesantren Al-Irfan
Dikutip
dari [republika.co.id]
Karangnunggal
- Tasikmalaya
No comments:
Post a Comment